Headlines News :
KOMPLEK PONDOK PESANTREN AL FURQON MUDALANG - JL.H.M. AMIN RT.07 DESA MUDALANG KEC. KUSAN HILIR KAB. TANAH BUMBU 72273
Home » » Melestarikan Tradisi Maulid

Melestarikan Tradisi Maulid

 

Dalam lembaran sejarah disebutkan bahwa acara maulid Nabi SAW pertama kali muncul didunia islam pada abad keenam hijri. Yang pertama kali mengadakan dikota maushil, Irak, adalah seorang ‘ulama sufi bernama Abu Hafash Mu’inuddin ‘Umar bin Muhammad bin Khadlir al-Irbili al-Maushili yang dikenal dengan sebutan al-Malla’. Ia dikenal sebagai orang sholeh, zahid dan ‘alim. Ia juga disegani oleh penguasa Maushili pada waktu itu, yaitu al-Malik al-‘adil Nuruddin Mahmud bin Zanki. Al-‘Adil bahkan memerintahkan bawahannya agar tidak mengeluarkan suatu keputusan sebelum mendapat restu dari al-Malla’.

Menurut Sibth Ibn al-Zauji, ia disebut al-Malla,(diambil dari kata mala’a yang bermakna mengisi), karena pekerjaannya sebagai pengisi perapian batu bata, yang dari upahnya itu ia penuhi kebutuhan sehari-harinya. Al-malla’ meninggal dunia tahun 570 H.

Dari kalangan penguasa yang pertama kali mengadakan acara maulid adalah penguasa Irbil,al-Malik al-Muzhaffar Abu Sa’id al-Kaukabri bin Zainuddin Abu Hasan Ali Kujak bin Buktikin bin Muhammad. Lahir pada tahun 549 Hijri. Ia dikenal sebagai raja yang berani, cerdik dan adil. Ia mengadakan maulid setiap bulan Robi’il Awal dengan peraaan yang luar biasa besar.

Pada suatu perayaan yang diadakannya, al-Muzhaffar pernah menyiapkan lima ribu kepala kambing bakar, sepuluh ribu ayam, seratus ribu roti, seratus ribu mangkok makanan dan tiga puluh ribu piring makanan ringan (snack). Mausia dari berbagai penjuru mrnghadirinya, pada acara semacam itu biasanya dihadiri oleh tokoh-tokoh ‘ulama dan kalangan sufi, lalu diberikan hadiah kepada mereka. Untuk acara maulid ini setiap tahunnya ia mengeliarkan dana tia ratus ribu dinar.

Meskipun sebagai raja yang kaya raya,  al-Muzhaffar tidaklah seperti raja-raja lainnya. Ia tidak senang berpoya-poya bahkan lebig menyukai kehidupan yang sederhana, ia lebih menyukai mendermakan hartanya untuk fakir miskin. Terbukti dari penuturan istrinya, Rabi’ah khatun binti Ayyub (saudari sultan Sholahuddin al-Ayyubi)  bahwa baju yang biasa dipakainya terbuat dari kain kasar yang herganya tidak melebihi dari lima dirham. Suatu ketika ia ditegur mengenai masalah ini , ia menjawab:”bagiku memakai baju seharga lima dirham dan kusedekahkan sisa-sisa uangku lebih baik daripada memakai baju yang mahal harganya dan kubiarkan fakir miskin kekurangan”.

Acara maulid yang diadakan oleh al-muzhaffar ini ternyata mendapat sambutan baik dari para ulama, tak kurang dari al-hafidzh Abu Syamah al-Dimsyaqy (masih guru Imam al-Nawawi), dan  syeikh Abu al-khaththab bin Dihyah. Beliau Ibnu Dihyah (syeikh Abu al-khaththab bin Dihyah) inilah yang telah menulis buku berjudul al-Tanwir Fi Maulid al-Basyir al-Nadzir sebagai legitimasi terhadap al-Muzhaffar. Buku ini ia ajukan kepada al-Muzhaffar, sehingga ia diberi uang seribu dinar. Jadi, sebenarnya perayaan maulid sudah mendapat legitimasidari ulama sejakawal mula kemunculannya, terlepas bahwa yang pertama kali mengadakan juga seorang ‘ulama, yaitu al-Imam al-Zahid Abu Hafsh ‘Umar bin Muhammad al-Malla’ al-Irbili, dan semakin banyak menemukan momentumnya setelah diteladani oleh al-Muzhaffar yang pada akhirnya tersebar keseluruh penjuru negeri-negeri muslim. Al-Muzhaffar wafat pada tahun 630 H. (Subul al-Huda Wa al-Rasyad,juz I/,Wafayat al-A’yan, VI/113).

Bahkan Imam al-Waliyy al-‘Arif Muhammad bin Abbad ra, ketika ditanyakan tentang hukum menyalakan lilin, beliau berfatwa bahwa; Maulid Nabi termasuk hari raya kaum muslimin yang mereka boleh mengekspresikan suka citanya dengan menyalakan lilin, menyenangkan pandangan mata, merekreasikan pendengaran dan pemandangan, berhias diri dengan baju-baju baru dan mengendarai yang mewah-mewah. Kesemuanya ini berhukum mubah yang tek perlu diingkari (al-Tahdzir min al-Ightiror,83).

Menurut al- Suyuti, acara utama maulid Nabi adalah perkmpulan banyak orang disertai  bacaan sedikit ayat-ayat al-Qur’an, penyampaian kisah-kisah kelahiran Nabi SAW termasuk tanda-tanda yang terjadi diwaktu kelahirannya diteruskan dengan suguhan makanan-makanan dan kemudian selesai. Acara ketiga inilah (penyampaian kisah-kisah kelahiran Nabi SAW) dari segi pendidikan mempunyai pengaruh besar.

Salah satu metode yang digunakan al-Qur’an dalam rangka pemantapan mental tehadap para Rosulnya, selalu disampaikan kisah-kisah para Nabi dan Rosul-Rosul terdahulu. Bagaimana sikap mereka yang tegar menghadapi gangguan kaumnya, bagaimana cara berdialog mereka dalam menghadapi ejekan kaumnya. Kesemuanya semakin memperkuat mental Rosul yang diutusnya, sehingga  ia akan bersikap sabar, tabah, tegar dan bijaksanadalam menghadapi segala tantangan dalam dakwahnya. Dalam tafsir al-Jalalain, ini biasanya disebut dengan tashliyah (nyabar-nyabar).

Imam al-Ghozali dalam al-Ihya’, menyampaikan  konsep-konsep tasawwufnya mengikuti metode ini, mula-mula beliau men-Tashawwurkan-nya lalu menawarkan dalil-dalil dari al-Qur’an, kemudian dari al-Sunnah, dan kemudian kisah=kisah ulama salaf.

Penyampaian kisah-kisah seperti ini sangat berpengaruh sekali dalam pendidikan. Orang yang mendengar suatu teori, mungkin kurang percaya atau merasa kurang mampu untuk mencobanya. Tetapi setela mendengar kisah orang lain yang pernah melakukannya, akan membentuk suatu keinginan dalam dirinya untuk mencobanya dan itu masih dalam batas- batas kodratinya.

Persoalannya sekarang adalah, apakah acara-acara maulid kita dikampung telah berfungsi menyampaikan pesan-pesan pendidikan dari sejarah Nabi ? atau sekedar dilantunkan lagu-lagu diba’iyah saja tanpa menyampaikan pesan-pesan maknanya ? lalu pulang tanpa membawa oleh-oleh berupa perubahan nilai islami yang diajarkan Rosululloh SAW ??!

 

ALLOHU A’LAM BISHSHOWAB

Semoga Segala yang kita lihat dan yang kita dengar menjadi kebaikan untuk zohir dan bathin kita, Amin...
Bagikan :

0 komentar:

Tuliskan komentar anda

Komentar yang bersifat rasis atau apapun bentuknya akan kami hapus...!

 
Copyright © 2022. PONPES AL FURQON MUDALANG - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template