Headlines News :
KOMPLEK PONDOK PESANTREN AL FURQON MUDALANG - JL.H.M. AMIN RT.07 DESA MUDALANG KEC. KUSAN HILIR KAB. TANAH BUMBU 72273
Home » » Nasehat Sang Pencabut Nyawa

Nasehat Sang Pencabut Nyawa

  

kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi hanya saja tidak seorangpun tahu dimana dia akan melepas nafas terakhirnya.

وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا قلى  وَمَا تَدْرِيْ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوْتُ قلى إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ (لقمان: ٣٤)

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui dibumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Luqman : 34)


demikian Allah SWT memberikan gambaran bahwa  mempersiapkan diri menghadapi kematian itu wajib, sebab tidak ada seorangpun yang tau dimana dia akan mati. Selain itu maut juga merupakan nasehat tersendiri sebagai mana yang diwasiatkan Rosululloh SAW menjelang detik kewafatannya, bahwa nasehat itu terdiri dari dua macam yaitu nasehat yang bias bicara (Al-Qur’an) dan nasehat yang diam saja (maut). Bahkan ‘Umar bin Khottab memiliki cincin yang mana pada permukaan cincin beliau tersebut bertuliskan:

كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا يَاعُمَرُ

Cukuplah kematian menjadi nasehat (bagimu) wahai ‘Umar

Ketika  الموت  (kematian) selesai diciptakan oleh Allah SWT. Para malaikat berkata:” wahai Tuhan kami, Engkaukah yang menciptakan Makhluq sebesar ini?”, Allah SWT menjawab:”AKUlah yang telah menciptakannya dan AKU lebih besar(Agung) dari pada dia, semua makhluq akan merasakannya”. Kemudian Allah berkata kepada Malaikat ‘Izroil:”Wahai ‘Izroil, ambil dia (maut) engkau engkau kuberi kuasa atasnya”. ‘Izroilpun berkata:”Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku kuat mengambilnya sedang dia lebih besar dariku”. Maka Allah SWT  memberikan kekuatan kepada ‘Izroil, ‘Izroil pun kemudian mengambilnya maka jadila maut itu berada dalam gengaman ‘Izroil.

  الموت berkata:”Ya Robb,izinkan aku menyeru dilangit satu kali”, maka Allah SWT mengizinkan. Dengan suara yang tinggi الموت  berseru :”akulah maut, yang memisahkan antara tiap-tiap yang dicintai. Akulah الموت, yang memisahkan antara suami dan istri. Akulah الموت yang memisahkan antara anak dan ibunya, Akula الموت, yang memisahkan  antara   saudara dan saudarinya. Akulah kematian yang merobohkan rumah dan istana-istana. Akulah kematian, yang meramaikan kubur-kubur. Akulah kematian yang akan menarimu kalian dan akan pula menemukan kalian, walau kalian berada dalam bangunan yang sangat kokoh. Tidak ada makhluk yang kekal kecuali akan merasakanku”.

Sesungguhnya orang-orang kafir, munafik dan orang-orang celaka jika kematian datang kepada mereka,  sebelah kirinya Malaikat ‘Azab wajahnya hitam dengan mata yang biru bersama mereka pakaian dari ‘azab. Mereka duduk agak jauh dari orang yang akan meninggal tersebut sampai malaikat maut datang, ketika Malaikat Maut datang salah satu dari mereka (Malaikat ‘Azab) berdiri dihadapan orang tersebut dengan wajah yang sangat menakutkan. Nafs orang tersebut bertanya: “siapa kamu ?, apa maksud kedatanganmu ?”, Malaikat Maut menjawab:”Aku Malaikat Maut yang akan mengeluarkanmu dari dunia, manjadikan anak-anakmu yatim, istrimu menjanda, hartamu akan diwarisi ahli warismu yang kamu tidak menyukai mereka ketika hidupmu, dan sesungguhnya kamu mendahului dirimu dengan kebaikan tidak pula untuk akhiratmu. Hari ini, aku datang untuk mencabut ruhmu”.

Mendengar itu semua orang itu memalingkan wajahnya namun ia palingkan kemanapun wajahnya ia akan tetap melihat Malaikat Maut berdir. Malaikat maut berkata:”Apakah engkau tidak mengenalku ? Aku Malaikat Maut yang telah mencabut ruh ibu bapakmu dan engkau melihatnya tanpa bisa menolong mereka berdua. Hari ini, aku akan mengembil ruhmu sampai anak-anakmu, kerabatmu, teman-temanmu melihat keadaanmu, mereka mengambil pelajaran darimu hari ini. Aku Malaikat Maut yang melenyapkan waktu yang telah lalu, melenyapkan orang-orang yang lebih banyak kekuasaannya daripada kekuasaanmu, lebih banyak hartanya dari pada harta milikmu kamu, lebih banyak anaknya daripada anak-anakmu  ”.

Kemudian Malaikat Maut berkata lagi:”bagaimana pandanganmu terhadap dunia ?”, orang itu menjawab:”dunia teramat menipu dan menkhianati”. Kemudian Allah SWT menampakkan dunia dalam bentuk rupa kemudian dunia itu berkata:”wahai orang yang bermakshiat kepada Allah, tidakkah kamu malu. Kamu telah berbuat doa didunia tidak kamu bending nafsumu berbuat makshiat, kamu mencariku padahal aku tidak mencarimu, kamu tidak lagi bias membedakan yang halal dan yang haram kamu mengira tidak akan berpisah dengan dunia padahal sesungguhnya aku berlepas diri darimu dan segala perbuatanmu,”.

Orang itupun melihat hartanya jatuh menjadi milik orang lain, hartanya itupun berkata:”wahai orang yang bermakshiat kepada Allah, kemu usahakan aku dengan cara yang tida haq, kamu tidak berusaha berpaling dariku, kemupun tidak menyedekahkan aku kepada fakir miskin, hari ini aku menjadi milik orang lain”.

Demikianlah jika orang beriman, maka ruhnya diambil sedang dia bahagia. Sementara jika orang kafir atau munafik ruhnya diambil sedang dia dalam kecelakaan

Allohu A’lam Bishshowab

Semoga Segala yang kita lihat dan yang kita dengar menjadi kebaikan untuk zohir dan bathin kita, Amin...
Bagikan :

0 komentar:

Tuliskan komentar anda

Komentar yang bersifat rasis atau apapun bentuknya akan kami hapus...!

 
Copyright © 2022. PONPES AL FURQON MUDALANG - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template