Telah menjadi ketentuan menurut ahlu iman yang kuat dan ketauhidan yang sempurna, bahwa Allah Jalla Wa’ala Maha mampu segala sesuatu, kekuasan-Nya subhanahu tanpa batas, maka bagi-Nya kukuasaan penuh, dan keinginan yang sempurna, akhir semua masalah dan qado’. Kalau menginginkan sesuatu, maka akan jadi seperti yang diinginkan dan pada waktu yang diinginkan serta dengan cara yang diinginkan-Nya Subhanahu WaTa’ala.
Telah ada nash-nash yang pasti dari Al Qur’an
dan Hadits Nabi kita sallallahu’alaihi wa sallam akan penetapan hal ini serta
penjelasan yang gamblang tidak ada keraguan.
Kami cukupkan disini dengan menyebutkan
sebagian ayat yang manunjukkan akan hal itu. diantaranya Firman-Nya Ta’ala:
بديع السموات والأرض وإذا قضى أمراً فإنما يقول له كن فيكون (البقرة /117)
” Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak
(untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya:
"Jadilah!" Lalu jadilah ia.” SQ. Al-Baqarah: 117.
Al-Khafidz Ibnu Katsir rahimahullah
berkata dalam menafsiri ayat ini, 1/175: ‘Hal itu Allah menjelaskan
kesempurnaan kekuasaan-Nya, keagungan kerajaan-Nya. Kalau sekiranya ingin
mentakdirkan suatu perkara dan menginginkan sesuatu, (cukup) dengan mengatakan
kun (jadilah) hanya sekali, maka jadilah. Yakni maka akan ada sesuai dengan
keinginan-Nya sebagaimana firman-Nya, ‘Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia
menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka
terjadilah ia.’ SQ. Yasin: 82. Begitu juga Firman Allah, ‘." Allah
berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa
yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah
hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.” SQ. Ali
Imron: 47. Firman-Nya Ta’ala, ‘Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka
apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya:
"Jadilah", maka jadilah ia.” SQ. Ghofir: 68. Firman lainnya, ‘Dan
perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.’ SQ. Al-Qamar: 50.
Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata
dalam tafsirnya ketika menafsiri ayat ini, 4/261: “Ini adalah kabar akan
pelaksanaan dari perintah-Nya dipenciptaan-Nya. Sebagaimana dikabarkan
melaksanakan kekuasan-Nya kepada mereka, sehingga Allah berfirman ‘Dan perintah
Kami hanyalah satu perkataan.’ Yakni sesungguhnya kami memerintahkan sesuatu
sekali saja, tidak membutuhkan penguatan kedua kali. Maka akan jadi apa yang
Kami perintahkan itu akan terjadi dan ada hanya sekejap mata, tidak terlambat
dari sekejap mata. Alangakah indahnya ungkapan sebagian ahli syair:
‘Ketika Allah menginginkan sesuatu, cukup
hanya mengatakan ‘Jadilah’ dalam ucapan, maka akan jadi.’ Selesai.
Disana ayat-ayat lain yang menegaskan dan
menjelaskan masalah ini.
Kalau hal ini telah mantap, kenapa Allah
Jalla Jalaluhu menciptakan langit dan bumi selama enam hari?
Pertama, telah ada banyak ayat di Kitab
Tuhan kami bahwa Allah Jalla Wa’ala menciptakan langit dan bumi selama enam
hari. Diantaranya adalah firman-Nya Ta’ala:
إن ربكم الله الذي خلق السماوات والأرض في ستة أيام ثم استوى على العرش ... (الأعراف
/54)
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan
langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy.” SQ.
Al-A’raf: 54.
Kedua, tidaklah suatu urusan yang Allah
lakukan, melainkan di dalamnya terdapat hikmah nan dalam. Dan ini termasuk
diantara arti nama Allah Ta’ala ‘AL-Hakim (Maha Bijaksana)’. Hikmah ini
terkadang Allah nampakkan dan terkadang tidak dinampakkan. Terkadang diketahui
dan dibuat istimbat (pengambil hukum) bagi orang yang mendalam ilmunya tanpa
(diketahui) oleh orang lain. Meskipun begitu, ketidaktahuan kita tentang hikmah
ini, tidak menjadikan untuk meniadakan atau menolak hukum-hukum Allah dan
mencoba dengan memaksakan dan bertanya-tanya tentang hikmah yang Allah
sembunyikan ini. Allah Ta’ala berfirman:
لا يُسأل عما يفعل وهم يسألون الأنبياء( /23)
“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah
yang akan ditanyai.” SQ. Al-Ambiya’: 23. Sebagian ulama’ mencoba untuk mencari
hikmah dari penciptaan langit dan bumi selama enam hari,
1. Imam Al-Qurtuby rahimahullah berkata dalam tafsirannya
‘Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an’ pada surat Al-A’raf: 54, 4/7/140, ‘Disebutkan masa
ini yakni enam hari. Kalau ingin menciptakan dalam waktu sekejap, pasti akan
dilakukan. Dimana Dia Maha Mampu dengan mengatakan ‘jadilah’ maka akan jadi.
Akan tetapi Dia menginginkan, agar para hamba mengetahui sisi kelembutan dan
ketepatan dalam segala urusan. Agar terlihat kemampuan-Nya kepada Malaikat
sedikit demi sedikit. Dan hikmah lainnya, diciptakan selama enam hari, karena
segala sesuatu di sisi-Nya ada ajalnya. Hal ini menjelaskan dengan membiarkan
pelaku kemaksiatan mengobati dengan hukuman, karena segala sesuatu disisi-Nya
telah ada ajalnya. Selesai.
2. Ibnu Al-Jauzi berkata di tafsirnya yang dinamakan
‘Zadul Masir, 3/162 dalam menafsiri ayat di surat Al-A’raf, ‘Kalau dikatakan,
kenapa tidak diciptakan sekejep. Karena Dia mampu (melakukannya)? Dari sini ada
lima jawaban,
Yang pertama, Dia menginginkan ketepatan
setiap hari suatu masalah yang diagungkan oleh para Malaikat dan orang yang
menyaksikannya. (Jawaban) ini disebutkan oleh Ibnu AL-Anbari
Kedua, Dia menguatkan sebagai pembukaan
apa yang akan diciptakan untuk Adam dan keturunannya sebelum diciptakan. (Hal
itu akan) lebih kuat pengagungannya di sisi para Malaikat
Ketiga, Bahwa lebih cepat itu lebih
mengena dari sisi kekuasaan. Sedangkan lebih tepat itu lebih mengena dari sisi
hikmah. Maka ingin memperlihatkan hikmah dalam hal itu, sebagaimana terlihat
kekuasan-Nya dalam ungkapan ‘Kun Fayakun.
Keempat, Bahwa Dia mengajarkan kepada para
hamba-Nya agar lebih tepat, kalau melakukan yang lebih tepat itu dilakukan oleh
yang tidak pernah tergelincir, maka orang yang (sering) punya kegelinciran itu
lebih utama untuk lebih tepat (dalam seluruh urusannya).
Kelima, dengan berlahan-lahan dalam
menciptakan sesuatu. Akan lebih jauh persangkaan, bahwa hal itu terjadi secara
tabiat atau kebetulan saja.’ Selesai
3. Al-Qadi Abu As-Saud berkata dalam tafsirnya pada ayat
di surat Al-A’raf, 3/232, ‘Dalam menciptakan sesuatu secara berlahan-lahan,
padahal mampu menciptakan secara langsung, sebagai tanda pilihan, diambil
pelajaran bagi yang melihat dan anjuran untuk tenang dalam segala urusan.
Selesai
Dan beliau berkata tentang tafsir ayat
(59) dari surat Al-Furqan, 6,266: ‘Sesungguhnya yang menciptakan makhluk begitu
besar dengan sangat teliti serta kesinambungan nan indah, pengaturan yang kuat,
ketertiban yang tepat pada waktu-waktu tertentu. Disertai dengan kesempurnaan
kekuasaan-Nya untuk langsuang menciptakan, terdapat hikmah nan agung, tujuan
nan indah dimana akal fikiran tidak dapat memperincinya.’ Selesai
Dari perincian tadi, maka jelaslah bahwa
Allah yang tinggi kemampuan-Nya, agung kekuasan-Nya. Mempunyai kekuatan penuh,
akhir (segala) keinginan, kesempurnaan mengatur. Dia mempunyai pada setiap
makhluknya, hikmah-hikmah yang tinggi tidak dapat diketahui melainkan Dia
Subhanahu. Begitu juga telah jelas bagi anda sebagian hikmah-hikmah serta
rahasia penciptaan Allah Subhanahu Wata’ala langit dan bumi pada waktu enam
hari, meskipun Dia Mampu menciptakannya dengan ucapan ‘Kun (jadilah)’
Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita, keluarga serta para shahabat.



0 komentar:
Tuliskan komentar anda
Komentar yang bersifat rasis atau apapun bentuknya akan kami hapus...!