Pada bagian yang lalu dikisahkan bahwa Rosululloh kedatangan Malaikat Maut yang menyerupai laki laki arab selanjutnya…………
Rosululloh SAW berkata:”masuklah wahai Malaikat Maut”, maka Malaikat
Mautpun masuk dan memberi salam:”Assalamu ‘Alaika Ya Rosululloh” kemudian Nabi
menjawab:”Wa’alaikassalam wahai Malaikat Maut, apakah kedatanganmu untuk
berziarah atau hendak mencabut ruhku ?”, Malaikat Maut menjawab:”aku datang
untuk berziarah sekaligus mencabut ruh itupun jika engkau meizinkanku, jika
engkau tidak mengizinkan aku akan kembali”, Rosululloh berkata:
”wahai Malaikat Maut dimanakah Jibril?” Malaikat Maut menjawab:”Malaikat
Jibril aku tinggalkan dilangit dunia bersama malaikat yang lain”.
Berselang beberapa saat datanglah Jibril ‘Alaihis Salam dan duduk disisi
kepala Rosululloh SAW, Rosululloh SAW berkata kepada jibril:”tidakkah engkau
mengetahui bahwa kematian ini telah dekat?”, Jibril menjawab:”benar wahai
Rosululloh”, kemudian Rosululloh SAW berkata:”kabarkan kepadaku sebuah kabar
gembira berupa kemuliaan disisi Allah untukku”. Jibril menjawab:”sesungguhnya
pintu langit telah dibuka sedang para Malaikat berbaris dilangit menunggu
kehadiran ruhmu, pintu-pintu surge juga telah dibuka dan para bidadari
seluruhnya telah berhias menunggu kehadiran ruhmu”, Rosululloh SAW
berkata:”ALHAMDULILLAH”. Rosululloh saw kemudian bertanya lagi:”bagaimana dengan
keadaan ummatku dihari qiyamat?”, Jibril menjawab:”berita gembira untukmu
bahwasanya Allah Ta’ala berfirman”sesungguhnya AKU haramkan surga atas
seluruh Nabi sampai engkau masuk kedalamnya, AKU haramkan surge atas seluruh
ummat sampai ummatmu masuk kedalamnya”, Rosulullah pun
berkata:”sekarang hatiku tenang keraguankupun hilang”.
Kemudia Rosululloh SAW berkata kepada Malaikat Maut:”engkau kuizinkan”,
maka Malaikat Mautpun mendekat untuk mencabut ruh Rosululloh SAW. Ketika ruh
itu sampai kepada pusar Rosululloh SAW, beliau bekata kepada Jibril:”wahai Jibril,
tidak ada yang lebih dahsyat dari pahitnya kematian”, mendengar ucapan
Rosululloh Jibril memalingkan mukanya dari Rosululloh. Rosululloh
berkata:”wahai JIbril, apakah engkau tidak senang melihat wajahku ?”, Jibril
menjawab:”wahai kekasihku,hati siapakah yang tega melihat wajahmu sedang engkau
dalam keadaan sakarotul maut”.
Anas bin Malik RA beriwayatkan: adalah saat ruh Rosululloh telah sampai
didadanya Rosululloh berkata:”aku wasiatkan kepada kalian (jangan
meninggalkan) sholat dan akan orang-orang yang ada dalam tanggunganmu”
tiada hentinya beliau mewasiatkan keduanya sampai terputus kata-kata beliau.
‘Ali RA berkata:”sesungguhnya Rosululloh diakhir nafasnya beliau
menggerak-gerakkan bibirnya dua kali, maka kudekatkan pendengaranku dan
kudengar beliau berkata:”ummatku…, ummatku…”, maka Rosululloh SAW pun wafat
dihari Senin bulan Rabi’ul Awal.
فَلَوْ كَانَتِ الدُّ نْيَا تَدُوْمُ لِوَاحِدٍ , لَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ
فِيْهَا مُخْلِدً ا
“Andaikata ada didunia ini yang bias
kekal untuk satu orang, adalah Rosululloh SAW yang kekal didunia
ini”
Diriwayatkan bahwa ‘Ali RA meletakkan Rosululloh diatas ranjang untuk
memandikannya, tiba-tiba terdenga suara teriakan dari dalam ruangan rumah
dengan suara yang sangat tinggi, suara itu berkata:”jangan engkau mandikan
Muhammad sesungguhnya dia itu suci dan disucikan, menurut pendapatku seperti
itu”, ‘Ali RA berkata:”siapakah engkau, sementara Nabi SAW menyuruh kami
memandikannya?”, terdengar suara teriakan yang lain:” wahai ‘Ali, mandikan dia
(Rosululloh SAW). Sesungguhnya teriakan pertama adalah dari iblis La’natulloh
yang hasud kepada Muhammad, dia bermaksud agar Muhammad dimasukkan kedalam
kuburnya tidak dalam keadaan telah dimandikan”. ‘Ali RA berkata kepada suara
yang kedua:”jazakallohu Khoyron, telah member tahuku bahwa dia adalah Iblis,
tapi siapakah engkau?”, suara itu menjawab:”aku (Nabi) Khidir, aku dtang untuk
menghadiri jenazah Muhammad ‘Alaihis Sholatu Wassalam”.
‘Ali RA pun kemudian memandikannya dari siraman air Fudhoil bin ‘Abbas dan
Usamah bin Zaid Rodhiyallohu ‘Anhum ‘Ajma’in. datang pula Malaikat Jibril
membawa “balsem” dari surge, Rosululloh kemudian dikafankan dan dikebumikan
dikamar ‘Aisyah pada malam Rabu tengah malam (riwayat lain mengatakan malam
Selasa).
Dan ‘Aisyah berdiri diatas pusara Rosululloh SAW seraya berkata:”Wahai orang yang tidak pernah memakai sutra, yang tidak pernah tidur diatas kasur yang empuk, wahai orang yang pergi meninggalkan dunia sedang perutnya tidaklah kenyang dari sebiji gandum, wahai orang yang memilih tikar daripada tidur diranjang, wahai orang yang tidak tertidur sepanjang malam (beribadah) karena takut neraka sa’ir”.



0 komentar:
Tuliskan komentar anda
Komentar yang bersifat rasis atau apapun bentuknya akan kami hapus...!