Headlines News :
KOMPLEK PONDOK PESANTREN AL FURQON MUDALANG - JL.H.M. AMIN RT.07 DESA MUDALANG KEC. KUSAN HILIR KAB. TANAH BUMBU 72273
Home » » Kisah Wafatnya Rosulullah SAW ( Bag 2 )

Kisah Wafatnya Rosulullah SAW ( Bag 2 )

 

Ibnu Mas’ud berkata:”Ketika kewafatan Nabi SAW semakin dekat, Nabi SAW mengumpulkan kami dirumah Ummul Mu’minin ‘Aisyah kemudian beliau memandangi kami, metanya menangis dan berkata:”Selamat datang bagi kalian semua semoga Allah Merahmati kalian, aku wasiatkan pada kalian agar bertakwa kepada Allah dan ta’at kepada-NYA. Sungguh telah dekat perpisahan, telah dekat pula pertemuan dengan Allah Ta’ala. Aku wasiatka agar ‘Ali yang memandikanku dan yang menyiram airnya Fudhoil bin ‘Abbas dan Usamah bin Zaid.


Kafankan aku dengan bajuku jika kalian menginginkannya atau dengan jubah putih dari yaman. Apabila kalian memandikanku letakkan aku pada tempat tidur yang ada dirumahku ini dipinggir lahadku, kemudia keluarlah kalian mennggalkanku sesaat.(Sebab) yang pertama-tama mensholatiku adalah Allah ‘Azza Wajalla kemudian Jibril, Mikail, Isrofil, Malaikat Maut bersama anak buahnya, kemudian seluruh Malaikat, kemudian masuklah kalian berkelompok-kelompok lalu sholatilah aku.

Saat para sahabat mendengar pesan perpisahan dari Nabi SAW tersebut mereka menangis dan berkata:” Wahai Rosulullah, engkau utusan Allah kepada kami yang bersenda gurau dengan kami, raja yang memerintah kami. Bila engkau pergi meninggalkan kami kepada siapa kami mengembalikan segala persoalan ?”, Rosulullah SAW menjawab:”Kutinggalkan kalian diatas kecintaan dan jalan yang suci, dan aku tinggalkan kepada kalian dua macam nasehat. Yaitu nasehat yang bias bicara dan nasehat yang diam saja, adapun nasehat yang bias bicara adalah Al-Qur’an dan nasehat yang diam saja adalah kematian. Apabila ada urusan (hukum) yang samar-samar bagi kalian maka kembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah, jika hatimi keras maka lunakkanlah dengan mengambil I’ribar pada hal ihwal kematian”. Tidak lama berselang, Rosululloh SAW sakit di akhir bulan Safar beliau sakit selama dua bela hari, manusiapun ramai menjenguk beliau,sakit kepala itulah awal dari sakit yang menimpa beliau.

Hari senin Rosulullah SAW dilahirkan dan pada harri itu pula beliau wafat. Pada hari Senin sakit beliau semakin parah, setelah Bilal adzan Shubuh ia berdiri dipintu Rosululloh dan member salam:”ألســـــلام عليك يارسول الله”, Fatimah menjawab:”sesungguhnya Rosululloh SAW sedang sibuk dengan dirinya”. Ketika diluar awan mulai menguning, Bilal datang lagi untuk kedua kalinya ia berdiri dipintu dan member salam, Rosululloh SAW mendengar suaranya dan berkata: “masuklah wahai Bilal, sesungguhnya aku sibuk dengan keadaan diriku dan sakitku semakin parah. Wahai bilal, suruh Abu Bakar untuk meng_imami orang-orang sholat berjama’ah”, Bilalpun keluar sambil menangis seraya memegang kepalanya, iapun masuk kedalam masjid, kepada Abu Bakar ia berkata:”Wahai Abu Bakar, sesungguhnya Rosululoh menyuruhmu mengimami sholat, Rosululloh sedang sibuk dengan keadaan dirinya”,

Saat Abu Bakar memandang ke mihrab Rosululloh SAW terbayang olehnya akan Rosulullah SAW, iapun tak dapat menguasai dirinya dan pingsan. Kaum musliminpun panik terkejut , Rosululloh SAW mendengar kepanikan itu dan berkata kepada Fatimah:”Wahai Fatimah, apakah yang terjadi dengan suara jeritan dan kepanikan itu?”, Fatimah menjawab:”hiruk pikuk mereka karena engkau tidak ada diantara mereka”. Rosululloh SAW kemudian memanggil ‘Ali dan Fudhoil bin ‘Abbas, maka Rosululloh pun dipapah keluar dari rumah menuju Masjid bersama kaum muslimin Rosululloh Sholat  Shubuh, hari itu bertepatan dengan hari Senin.

Setelah sholat Rosululloh SAW memalingkan wajahnya menghadapi kepada kaum muslimin, beliau berkata:”Wahai kaum muslimin, kalian dijalan Allah dan dalam penjagaan-Nya. Maka wajib atas kalian bertaqwa kepada Allah dan menta’ati-Nya. Sesungguhnya aku akan berpisah dari dunia dan ini adalah awal hariku dinegeri akhirat yang merupakan akhir hariku didunia”. Beliaupun berdiri pergi menuju rumahnya.

Sementara itu Allah SWT berfirman kepada Malaikat Maut:”Turunlah engkau menemui kekasihku dengan wajah yang paling baik dan pelan-pelanlah engkau mencabut ruhnya, bila engkau di izinkannya masuk maka masuklah, namun jika tidak maka engkau jangan masuk dan kembalilah”. Maka turunlah Malaikat Maut dengan wajah orang arab dan member salam:”Assalamu ‘Alaikum wahai penghuni rumah kenabian tempat tinggal utusan, bolehkah aku masuk?”, dijawab oleh Fatimah:”wahai hamba Allah, sesungguhnya Rosululloh sedang sibuk dengan keadaan dirinya”, kemudian malaikat Maut mengucapkan salam serupa untuk kedua kalinya, Rosululloh mendengar suara itu beliau bertanya kepada Fatimah:”siapakah yang ada dipintu?”,Fatimah menjawab:”dia seorang laki-laki arab yang member salam, dan aku menjawab sesungguhnya Rosululloh sedang sibuk dengan keadaan dirinya, ia melakukannya tiga kali dan aku jawab dengan jawaban serupa. Ketika aku memandangnya gemetar tubuhku, hatiku diliputi ketekutan, akupun pucat”. Rosululloh SAW berkata:”tidak tahukah engkau siapa dia wahai Fatimah?”, Fatimah menjawab:”taku tidak mengetahuinya”, Rosululloh SAW berkata:”dialah yang meruntuhkan segala kelezatan (keni’matan),  yang memutuskan syahwat, yang memisahkan orang dari kelompoknya, yang meraikan kuburan”. Fatimahpun menangis dengan sangat ia berkata :”Oh, celakanya dikarenakan kematian penutup para nabi, oh, malapetakanya karena kematian Khoyrul Atqiya’ dan hilangnya Khoyrul Ashfiya’, oh, ruginya karena terpusnya wahyu dari langit, sungguh mulai hari tidak ada lagi perkataanmu dan tiadak akan algi aku dengar ucapan salam setelah hari ini”.

Rosululloh SAW berkata:”jangan menangis wahai Fatimah, sesungguhnya engkau adalah orang pertama dari keluargaku yang akan menyusulku”. Kemudian rosululloh SAW:”masuklah wahai Malaikat Maut…………………….”

 

BERSAMBUNG Semoga Segala yang kita lihat dan yang kita dengar menjadi kebaikan untuk zohir dan bathin kita, Amin...
Bagikan :

0 komentar:

Tuliskan komentar anda

Komentar yang bersifat rasis atau apapun bentuknya akan kami hapus...!

 
Copyright © 2022. PONPES AL FURQON MUDALANG - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template