Headlines News :
KOMPLEK PONDOK PESANTREN AL FURQON MUDALANG - JL.H.M. AMIN RT.07 DESA MUDALANG KEC. KUSAN HILIR KAB. TANAH BUMBU 72273
Home » » Kisah Wafatnya Rosulullah SAW ( Bag 1)

Kisah Wafatnya Rosulullah SAW ( Bag 1)

 


أليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا (ألمائدة٣)

“Pada hari  ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-Ridhoi Islam itu jadi Agama bagimu” ( QS. Al- Maidah : 3 )

(Diriwayatkan) ketika ayat ini (QS. Al-Maidah : 3) diturunkan, ‘Umar bin Khottab RA menangis. Maka nabi SAW bertanya kepadanya, “Kenapa engkau menangis wahai Umar ?”, ‘Umar RA menjawab,” Aku menangis karena sesungguhnya Agama kita (Islam) ada dalam tambahan (kesempurnaan). Maka sungguh Tidak sempurna sesuatu kecuali disertai pula dengan kekurangan”. Nabi SAW menjawab “engkau benar”. (Disebutkan) bahwa ayat ini diturunkan ba’da ‘Ashr hari Jum’at di ‘Arofah saat haji Wada’, dan Rosululloh SAW ketika itu sedang wukuf di ‘Arofah diatas unta beliau, dan tidak ada lagi ayat-ayat yang diturunkan sesudahnya.


 

Ketika ayat ini diturunkan  Rosululloh tidak berkata-kata sebab memikirkan makna yang terkandung didalamnya. Rosululloh menghentakkan kaki pada untanya sebagai isyarat agar si-unta berlutut, kemudian unta beliaupun berlutut.

Malaikat Jibril datang kepada Nabi SAW dan berkata,” wahai Muhammad, sungguh pada hari ini telah sempurna perintah agama kalian, telah terhenti pula perintah dan larangan tuhanmu, kumpulkan sahabat-sahabatmu dan kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak akan lagi datang kepdamu setelah hari ini”. Nabipun kembali ke Madinah setelah usai melaksanakan haji Wada’, kemudian beliau mengumpulkan sahabat-sahabatnya dan membacakan kepada mereka ayat tersebut serta mengabarkan kepada mereka sebagaimana yang dikatakan Malaikat Jibril kepada beliau.

Para sahabat gembira setelah mendengar apa yang sisampaikan Nabi SAW, mereka berkata,” Sungguh Agama kita telah sempurna”. Kecuali Abu Bakar yang tidak ikut merasa gembira, Abu Bakar justru berduka cita dan pulang kerumahnya serta mengunci pintu tak henti-hentinya menangis siang dan malam. Para sahabat yang lain mendengar hal itu kemudian mereka datang beramai-ramai kerumah Abu Bakar. Mereka berkata,” Wahai Abu Bakar, kenapa engkau menangis dihari yang gembira dan suka cita ini ?, Karena sesungguhnya Allah telah menyempurnakan Agama kita”, Abu Bakar menjawab:” Wahai Sahabat-sahabatku, kalian tidak mengetahui musibah-musibah apa yang akan menimpa kalian, adapun kalian pernah mendengar bahwa sesunguhnya apabila telah sempurna suatu perkara maka akan tampak kurangnya. Dan ayai ini mengabarka tentang perpisahan kita (dengan Nabi SAW), Hasan dan Husain yang akan menjadi yatim, istri-istri Nabi yang akan menjanda”.Ia terjatuh diantara sahabat-sahabatnya dan menjerit, para shabatpun akhirnya menangis. Sahabat yang yain mendengar dari balik kamar Abu Bakar tangisan mereka, lalu datang kepada Nabi SAW dan berkata,” Wahai Risululloh, kami tidak mengetahui keadaan sa, habat-sahabat yang lain, kami mendengar tangisan dan jeritan mereka ”. wajah Rosululloh SAW berubah seketika  dan segera berdiri hingga sampai kepada sahabat-sahabatnya serta melihat sendiri keadaannya. Beliau kemudia bertanya, “ Kenapa kalian menangis ? ”, ‘Ali RA menjawab,”sesungguhnya Abu Bakar telah berkata,”aku mendengar dari ayat ini aroma kewafatan Rosululloh, apak benar ayat ini member petunjuk atas kewafatanmu?”.Nabi SAW menjawab “Abu Bakar benar dengan apa yang ia katakan, telah dekat hari keberangkatanku dari kalian, dan telah tiba pula waktu berpisah dari kalian”. (Ini pula mengisyaratkan bahwa Abu Bakar Adalah seorang sahabat yang sangat berilmu).

Seketika itu pula semua sahabat menagis, bahkan gunung-gunung, pohon-pohon, malaikat yang ada dilangit, ulat-ulat, hewan-hewan di darat dan dilautan ikut menangis. Kemudia Rosulullah secara bergantian menyalami (berjabat tangan) para sahabat dan menasehati dan memberikan mereka wasiat-wasiat. Kemudia beliau hidup setelah turunnya ayat ini selama delapan puluh hari. Riwayat lain menyebutkan ketika turun ayat

يستفتونك قل الله يفتيكم في الكلالة

Setelah turunnya ayat ini Rosululloh hidup selama lima puluh hari.

Ketika turun ayat

لقد جائكم رسول من أمفسكم

Hidup Rosululloh setelah turunnya ayat ini selamatiga puluh hari.

Ketika turun ayat

واتقوايوماترجعون فيه إلي الله

Setelah turunnya ayat ini Nabi SAW hidup selama dua puluh hari, ini merupakan ayat terakhir daripada Al-Qur’an yang diturunkan. Adalah Rosululloh SAW setelah turunnya ayat ini,beliau naik keatas mimbar dan memberikan khutbah, maka semua mata ketika itu menangis, semua hati bergetar ketika itu, bulu roma pun berdiri, beliaupun menyanpaikan kabar gembira dan ancaman.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas dia berkata,”ketika wafatnya Rosululloh mendekat beliau menyuruh Bilal untuk mamanggil manusia (adzan) untuk melaksanakan sholat, maka Bilal pun adzan. Berkumpullah Muhajirin dan Anshor kemasjid Rosululloh SAW. Nabi SAW sholat dua roka’at ringan dengan jama’ah yang lainnya kemudian beliau naik keatas mimbar. Setelah  Rosululloh SAW membaca pujian kepada Allah, beliau berkhutbah dengan fashih dan seluruh hati ketika itu bergetar dan seluruh mata menangis, beliau berkata :”Wahai seluruh kaum muslimin, sesungguhnya Aku adalah Nabi bagi kalian,yang menasehati dan memanggil kalian kejalan Allah dengan idzin-Nya, aku ddiantara kalian seperti saudara yang mengasihi, seperti ayah yang penyayang. Barang siapa ada baginya disisiku yang pernah terdzolimi maka berdirilah dan balaslah daripadaku sebelum aku dibalas sihari qiyamat”.

 Tidak ada satupun yang berdiri kepada Rosululloh SAW, sampai dua bahkan tiga kali Rosululloh berkata demikian. Tiba-tiba berdiri seorang laki-laki bernama ‘Ukasyah bin Mahshon dia berhenti dihadapan Rosululloh SAW, dia berkata,”demi ibu dan ayahku.. wahai Rosululloh, andaikan engkau tidak berkali-kali meminta kepada kami, tidaklah aku mendahulukan sesuatupun atas diriku dari yang demikian itu. Sungguh aku pernah bersamamu dalam peperangan badar, kupacu kudaku kearah kudamu kemudian aku turun dan menghampirimu hingga menghada kepahamu. Engkau mengangkat cambuk untuk memecut kudamuu agar berlari namun engkau telah memukul pinggangku (dengan cambuk tersebut), aku tidak tahu apakah engkau sengaja wahai Rosululloh atau engkau ingin memecut kudamu?!”, Rosululloh menjawab,”aku sedang menghalau wahai ‘Ukasyah, Rosul Allah ini tidak bermaksud memukulmu”. Maka Nabi SAW berkata kepada Bilal:”pergilah kerumah Fatimah berikan cambukku kepadaku”, Bilalpun keluar dari masjid sedang dangannya deletakkan dikepala (kebingungan) dan berkata :”Rosululloh ini meminta diqishosh atas dirinya sendiri”.

Sesampainya dirumah Fatimah diapun mengetuk pintu rumah Fatimah, Fatimah berkata “siapa diluar pintu?”,Bilal menjawab:”Aku datang untuk mengambil cambuk Rosulullah”, Fatimah bertanya:”apa yang endak dilakukan ayahku dengan cambuk ini?”, Bilal menjawab:”wahai Fatimah, sesungguhnya ayahmu minta dirinya untuk diqishosh”, Fatimah berkata:”wahai Bilal, siapakah orang yang baik hatinya meminta balas dari pada Rosululloh SAW?”. Maka Bilalpun mengambil cambuk itu dan kembali kemasjid dan menyerahkannya kepada rosululloh SAW dan Rosulpun menyerahkannya kepada ‘Ukasyah.

Melihat keadaan sedemikian itu Abu Bakar dan ‘Umar berdiri mereka berkata:”wahai ‘Ukasyah kami berada dihadapanmu maka balaslah kepada kami jangan balas kepada Rosululloh SAW”, Rosululloh SAW berkata:”duduklah kalian berdua, sesungguhnya Allah telah mengetahui tempat kalian berdua”. Kemudian berdiri pula ‘Ali RA dan berkata:” wahai ‘Ukasyah, dalam hidupku senantiasa ada bersama Rosulullah SAW aku tidak enak hati jika Rosululloh SAW engkau qishosh, ini punggung dan perutku belaslah aku dengan tanganmu, pukullah aku dengan tanganmu”. Rosululloh SAW berkata:”wahai ‘Ali sesungguhnya Allah elah mengetehui tempatmu dan mengeteui pula niatmu”

Berdiri pula Hasan dan Husain mereka berkata:”bukankankah engkau mengenal kami, sesungguhnya kami ini cucu Rosululloh SAW, mengqishosh kami sama halnya meng_qishosh Rosululloh?”,Rosululloh SAW berkata:”duduklah kalian berdua wahai penyejuk mataku”. Kemudian Rosulullah SAW berkata:”wahai ‘Ukasyah, pukullah jika engkau ingin memukul”,’Ukasyah berkata:”wahai Rosululloh, ketika itu aku tidak memakai baju”, Rosululloh pun membuka bajunya, melihat demikian serentak kaum muslimin menangis.

Ketika ‘Ukasyah melihat putihnya tubuh Rosululloh SAW, ia langsung memeluk Rosululloh SAW dan mencium punggung Rosululloh SAW seraya berkata:”demi ruhku ya Rosululloh,siapakah yang tega membalasmu ya Rosululloh? Sesungguhnya aku melakukannya karena mengarapkan agar tubuhku bias menyentuh tubuhmu yang mulia dan tuhan memeliharaku dengan kasih sayangmu dari api neraka”, Rosululloh SAW kemudian berkata:”ketahuilah, siapa yang ingin melihat penduduk surge maka lihatlah orang ini (‘Ukasyah)”. Kaum muslimin pun berdiri dan mencium antara kedua mata ‘Ukasyah seraya berkata:”beruntunglah engkau telah memperoleh derajat yang tinggi dan berteman dengan Rosululloh SAW di surga”.

 

أَللَّهُمَّ يَسِّرْ لَنَا شَفَاعَتَهُ بِعِزَّتِكَ وَ جَلَالِكَ ..... آمِـــــــــيْنَ

BERSAMBUNG.......

 

Semoga Segala yang kita lihat dan yang kita dengar menjadi kebaikan untuk zohir dan bathin kita, Amin...
Bagikan :

0 komentar:

Tuliskan komentar anda

Komentar yang bersifat rasis atau apapun bentuknya akan kami hapus...!

 
Copyright © 2022. PONPES AL FURQON MUDALANG - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template